KEBERADAAN FOSIL PENUNJUK FORAMINIFERA PLANKTON KUARTER DI PERAIRAN BENGKULU, PANTAI BARAT SUMATERA

Imelda Rosalina Silalahi, Mimin Karmini Adisaputra, Eko Saputro, Arif Ali


Abstract


Penelitian ini menggunakan tiga sampel sedimen bor inti dari di sekitar Pulau Siberut, Kepulauan Pagai Selatan dan Pulau Enggano, Perairan Bengkulu, pantai barat Sumatera. Sampel tersebut digunakan untuk mengetahui zonasi biostratigrafi berdasarkan foraminifera plankton. Sebanyak 23 subsampel sedimen diambil dari tiga bor inti dengan interval 1,5 m dan pada lapisan yang memperlihatkan perubahan jenis dan warna sedimen. Analisa foraminifera dilakukan secara kualitatif dan berdasarkan datum pemunculan awal spesies penunjuk untuk menentukan zonasi biostratigrafi. Hasil identifikasi diperoleh 46 spesies foraminifera plankton dalam jumlah sangat melimpah. Ditemukan Bolliella adamsi yang dikenal sebagai spesies penunjuk untuk batas antara kala Plistosen Akhir dan Holosen. Batas ini dijumpai pada kedalaman yang berbeda antara 700 – 950 cm bawah dasar laut (bdl). Berdasarkan penemuan spesies penunjuk tersebut akhirnya ada dua subzona foraminifera plankton, yakni subzona Globigerinella calida dan subzona Bolliella adamsi.
Kata kunci: foraminifera plankton, spesies penunjuk, umur, subzona Globigerinella calida dan subzona Bolliella adamsi, pantai Barat Sumatera.

This study used three core sediment samples from off Siberut, South Pagai and Enggano islands, Bengkulu waters, Westcoast of Sumatera. The samples were then used to determine biostratigraphic zonation based on planktonic foraminifera. A total of 23 subsample sediments from these three sites within 1.5 m intervals and at layers that showing colour and sediment type changes. Foraminiferal analysis has been carried out qualitatively and based on the initial appearance of the index species in order to determine biostratigraphic zonation. There are 46 identified species of planktonic foraminifera that were found very abundantly. It was also appeared Bolliella adamsi, as an index species for the boundary between Late Pleistocene and Holocene. This boundary was found at different depths between 700 and 950 cm below sea level. Based on the discovery of the index species, finally there are two subzonations of planktonic foraminifera; Globigerinella calida and Bolliella adamsi subzonations.
Keywords: planktonic foraminifera, index species, age, Globigerinella calida and Bolliella adamsi subzonations, westcoast Sumatera


Keywords


foraminifera plankton;spesies penunjuk;umur;subzona Globigerinella calida;subzona Bolliella adamsi; pantai Barat Sumatera

Full Text:

PDF

References


Adisaputra M. K., 1992. Late Neogene Planktonic 0f the Makassar Basin. Bulletin of the Marine Geology 7 (1): 15-23.

Adisaputra, M.K. dan Hartono, 2004. Late Miocene – Holocene Biostratigraphy of Single Core in Roo Rise, Indian Ocean South of East Jawa. Bulletin of the Marine Geology 19 (1): 27-48.

Adisaputra, M.K. dan Hendrizan, M., 2008. Hiatus Pada Kala Eosen-Miosen Tengah di Tinggian Roo, Samudera Hindia, Selatan Jawa Timur, berdasarkan biostratigrafi Nanoplankton. Jurnal Geologi Kelautan 6 (3): 154-166.

Adisaputra M. K., Hendrizan, M., dan Kholiq, A., 2010. Katalog Foraminifera Perairan Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, 198 h.

Adisaputra M. K. dan Yuniarto, H., 2013. Biostratigrafi Foraminifera Kuarter pada Bor Inti MD 982152 dan MD 982155 dari Samudra Hindia. Jurnal Geologi Kelautan, 11 (2): 55-66.

Amante, C., dan Eakins, B.W., 2009, ETOPO 1 Arc-Minute Global Relief Model: Procedure, Data Source and Analysis, National Oceanic and Atmospheric Administration NOAA.

Blow, W.H., 1969. Late Middle Eocene to Recent plankton foraminiferal biostratigraphy. In Bronnimann, P. and H.H. Renz (eds.) Proceeding. of the 1st International Conference on Planktonic Microfossils. Leiden: E.J. Brill, 1: 199-422.

Bolli, H.M. dan Saunders, J.B., 1985. Oligocene to Holocene low latitude planktic foraminifera. Dalam H.M. Bolli, J.B. Saunders, and K. Perch-Nielsen (eds.). Plankton Stratigraphy. Cambridge University Press :155-262.

Chaproniere, C.G.H., 1991. Pleistocene to Holocene planktic foraminiferal biostratigraphy of the Coral Sea, offshore Queensland, Australia. BMR. Journal. of Australian Geology and Geophysics 123: 195-221.

Coxall, H.K., Wilson, P.A., Pearson, P.N., dan Sexton, P.F., 2007. Iterative evolution of digitate planktonic foraminifera. Paleobiology 33(4): 495–516.

Loeblich A.R. Jr. dan Tappan, H. 1988. Foraminiferal Genera and Their Classification. Van Nostrand Reinhold. New York, 970 h.

Loeblich, A.R.Jr. dan Tappan, 1994. Foraminifera of the Sahul Shelf and Timor Sea. Cushman Foundation for Foraminiferal Research. Special Publication 31, 661h.

Patterson R. T., Fowler, A. D., dan Huber, B.T., 2004. Evidence of hierarchical organization in the planktic foraminiferal evolutionary record. Journal of Foraminiferal Research, 34 (2) : 85–95.

Postuma, J.A., 1971. Manual of Planktonic Foraminifera.Elsevier Pub. Comp., 420 h.

Saito, T, .Thompson, P.R., dan Breger. D., 1981. Recent and Pleistocene Plankton Foraminifera. University of Tokyo Press, 190 h.




DOI: http://dx.doi.org/10.32693/jgk.v16i1.544

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Terakreditasi oleh: Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristek Dikti