DATA GEOLOGI DAN GEOFISIKA SELAT LEMBEH SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PELABUHAN

Nineu Yayu Geurhaneu, Godwin Latuputty, Delyuzar Ilahude


Abstract


Selat Lembeh sepanjang 16 km dengan lebar sekitar 1 km mempunyai kedalaman laut mencapai 380 m di bagian utaranya, memasuki selatnya mendangkal (20 m) dan ke arah selatannya mendalam (120 m). Dasar laut Selat Lembeh ditutupi oleh sedimen permukaan pasir kerikilan dan kerikil pasiran yang berkomposisi volkanoklastik dan bioklastik bersifat gampingan. Ke dua jenis sedimen ini relatif mempunyai kesesuaian dengan hasil interpretasi sidescan sonar dan seismik, masing-masing sebagai pasir dan sedimen berbutir sedang-kasar (Runtunan D). Daratannya, berdasarkan peta geologi Daerah Bitung dan sekitarnya didominasi oleh batuan gunungapi muda dengan kemiringan pantai antara 0-5o dan tidak ditemukan adanya indikasi sesar. Daerah penelitian mempunyai besaran kegempaan magnitudo kecil dan tsunami terlindung oleh Pulau Lembeh. Kawasan ini berdasarkan peta hidrogeologi termasuk kedalam akuifer setempat, produktif sampai produktif sedang penyebaran luas. Data dasar geologi dan geofisika ini sangat berperan dalam pengembangan Selat Lembeh terutama rencana pengembangan infrastruktur di kawasan Bitung dan sekitarnya.
Kata kunci: Kedalaman laut, sedimen permukaan, batuan gunungapi muda, topografi, akuifer dan pengembangan Selat Lembeh.

The Lembeh Strait with a length of 16 km and a width of about 1 km has a depth of 380 m in its northern part, entering the strait has a shallow depth of 20 m and to the south it has a depth of 120 m. The seabed of the Lembeh Strait is covered by surface sediment of gravelly sand and sandy gravel formed by volcanoclastic and bioclastic materials. The two types of sediments are relatively similar to the results of the side scan sonar and seismic interpretations, each of which is sand and medium-coarse grain sediments (Sequence D). In the mainland, based on the geological data of the Bitung Region and its surroundings, its lithology is dominated by young volcanic rocks with a slope on the coast between 0-5o and no indications of faults were found. This area is valued of seismicity relatively small magnitude and safe from tsunami waves because it is protected by Pulau Lembeh. This area based on hydrogeological data is classified into local aquifers, productive to medium productive with wide distribution. The basic data of the geological and geophysical aspects play a part in the development of the Lembeh Strait, especially the infrastructure development plan in the Bitung area and its surroundings.
Keywords: Depth of sea, surface sediment, young volcanic rocks, topography, aquifers and development of Lembeh Strait.


Keywords


Kedalaman laut;sedimen permukaan;batuan gunungapi muda;topografi;akuifer dan pengembangan Selat Lembeh

References


Dinas Hidro-Oseanografi, 2014. Kepanduan Bahari Indonesia Wilayah II, 2014, Dinas Hidro-Oseanografi, Jakarta.

Dinas Hidro-Oseanografi, 2000. Peta Laut Indonesia, Lembar Sulawesi – Pantai Utara dan Pantai Timur Laut Tanjung Mariri hingga Tanjung Tolu, Dinas Hidro-oseanografi, Jakarta.

PT. Pelindo IV, 2011. Rencana, Strategi Implementasi Dan Roadmap Pembangunan Pelabuhan Di Kawasan PT. Pelindo IV (Persero).

Blondel, P., and B. J. Murton, 1997. Handbook of Seafloor Sonar Imagery. Wiley, 314 pp.

Dwinovantyo, A., Manik, H.M., Prartono, T., Susilohadi, and Ilahude, D., 2017. Estimation of Suspended Sediment Concentration from Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) Instrument : A Case Study of Lembeh Strait, North Sulawesi, IOP Conf. Ser : Earth and Environ Sci 54:1-8.

Fish, J. P. and Carr, H. A., (1990). Sound Underwater Images, A Guide to the Generation and Interpretation of Side Scan Sonar Data, American Under-water Search and Survey, Lower Cape Publishing, Orleans, MA, 188p.

Mokoagouw, D., 2000. Kajian Peredaran Logam Berat (Hg, Cd, Pb, Cu, dan Zn) Pada Perairan Pantai Di Kodya Bitung, Propinsi Sulawesi Utara, Thesis S2. IPB, Bogor.

Peraturan Presiden Tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional, Perpres No. 26 Tahun 2012.

Pramana, P.E., Pangemanan, S., dan Egeten, M., 2017. Kebijakan Pemerintah Kota Salam Menggali Pendapatan Asli Daerah Di Sektor Perikanan Kota Bitung, J. Jurusan Ilmu Pemerintahan 2(2):1-12, UNSRAT, Manado.

Ringis, J., 1986, Seismic Stratigraphy in Very High Resolution, Shallow Marine Seismic Data, UNDP/ESCAP Technical Support to CCOP.

Salim, Z., E. Mychelida, & A. Zahra, 2014. Pembangunan Bitung Sebagai Pelabuhan Hubungan Internasional, J. Ekonomi dan Pembangunan 22(2):107-116, LIPI, Jakarta.

Salim, Z., E. Mychelida, & A. Zahra, 2015. Bitung Sebagai Pelabuhan Hubungan Internasional, Warta Pengkajian Perdagangan, 3(8):19-23, LIPI, Jakarta

Solikin, S., Manik, H.M., Pujiati, S., dan Susilohadi, 2017. Pemrosesan Sinyal Data Sub-bottom Profiler Substrat Dasar Perairan Selat Lembeh, J. Rekayasa Elektrika 13(1):42-47.

Sukrisno, 1983. Peta Hidrogeologi Indonesia, skala 1:250.000, Direktorat Geologi Tata Lingkungan, Bandung




DOI: http://dx.doi.org/10.32693/jgk.v16i2.379

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Terakreditasi oleh: Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristek Dikti