ANOMALI MAGNET HUBUNGANNYA DENGAN TATANAN LITOLOGI PADA PEMETAAN GEOLOGI DAN GEOFISIKA DI PERAIRAN MOROWALI SULAWESI TENGAH MOROWALI SULAWESI TENGAH

Delyuzar Ilahude, Beben Rachmat

Abstract


Penelitian magnet terletak di lepas pantai perairan Morowali dan sekitarnya dengan batas koordinat 04o00’-01o30’ Lintang Selatan dan 121o30’-123o00’ Bujur Timur. Maksud dari penelitian ini untuk mengetahui nilai anomali hubungannya dengan tatanan geologi daerah penelitian. Nilai anomali rendah (negatif) mulai dari -95nT hingga -130nT, dengan notasi warna biru menempati bagian utara dan selatan daerah penelitian, diduga merupakan batuan sedimen yang mendominasi daerah tersebut. Struktur sesar dan antiklin yang dijumpai pada lintasan seismik L-9 diduga merupakan kelurusan dari Sesar Matano yang berarah baratlaut-tenggara dari lengan Sulawesi Tenggara. Pola struktur pada rekaman seismik tersebut, memberi indikasi adanya pola perubahan anomali magnet secara signifikan di daerah tersebut seperti yang ditunjukan dalam peta anomali magnet di bagian selatan daerah penelitian. Nilai negatif anomali magnet ini memperlihatkan tatanan dari batuan dasar di daerah Teluk Tolo dan sekitarnya yang diduga merupakan bagian dari Cekungan Banggai bagian barat.


Kata kunci : anomali magnet, kelurusan sesar, cekungan

 

The magnet research is located offshore Morowali waters and its surroundings with coordinate boundaries of 04o00’-01o30’ South Latitude and 121o30’-123o00’ East Longitude. The purpose of this study to determine the value of anomaly relationships with the geological of study areas. Low anomalous (negative) values of ranging from -95 nT to -130 nT, with blue notation occupying the north and south of the study area, are thought to be sedimentary rocks that dominate the area. The fault and anticline structures found on the seismic path in the L-9 are thought to be the straightness of the northwest-southeast Fault Matano from the southeast Sulawesi arm. The structural pattern on the seismic recording, indicating a significant pattern of magnetic anomaly changes in the area as shown in the magnetic anomaly map in the southern part of the study area. The negative value of this magnetic anomaly shows the setting of the bedrock in the Tolo Bay area and its surrounding that is thought to be part of the western Banggai Basin.


Keywords: magnetic anomaly, straightness faults, basin


Keywords


anomali magnet total;kelurusan sesar;cekungan

References


BMKG, 2013. Data intensitas magnet variasi harian, Stasion Pare-Pare, Sulawesi Selatan.

Dishidros TNI AL, 2006. Peta Hidrografi Lembar Morowali, Skala 1 : 50.000, Jakarta.

Garrad, R.A., Supandjono, J.B., and Surono, 1988. The geology of the Banggai-Sula Microcontinent, Eastern Indonesia. Proc. 17thAnn.Con. Indon. Petroleum Assoc., Jakarta.

Hamilton, W. H., 1979, Tectonics of the Indonesian Region, U.S. Geological Surveys Professional Paper 1078, Washington.

Hermansyah, G.M., Hadi W.P., T.B. Nainggolan, T.B., Usman, E., Sarmili, L., Kurnio, H., Widiatmoko, H.C., Ilahude, D., Rachmat, B.,. Dewi, K.T., Rohendi, E., Noviadi, Y., Rahardjo, P., Mustafa, H., M.A., Wahib, A., Setyanto, A., . Ibrahim, A 2013. Studi Potensi Lapangan Morowali dan Peningkatan Status Cekungan Banggai-Sula Untuk Mendukung Pengembangan Migas Nasional, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Kelautan Bandung

Kaharuddin MS, Ronald Hutagalung dan Nurhamdan, 2011. Perkebangan Tektonik dan Implikasinya Terhadap Potensi Gempa dan Tsunami Di Kawasan Pulau Sulawesi, Proceed, PIT HAGI 36 dan PIT IAGI 40 Annual Convention and Exhibition Makassar.

Permana, H., 2005, Potensi Bencana Geologi Kawasan Timur Indonesia, Tektonik Aktif dan Gempa Bumi Palu, Pertemuan Ilmiah Tahunan, Forum Himpunan Geologi Indonesia VIII, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Pigram, C.J., Surono and Supandjono, J.B., 1984. Geology and regional significance of the Sula Platform, East Indonesia. Joint Publication by Geol. Res. And Dev. Cen., Indonesia and Bureau of Mineral Resources, Australian. Geol.Res. and Dev. Cen.

Pigram, C.J., Surono and Supandjono, J.B., 1985. Origin of the Sula Platform, Eastern Indonesia. Geology 13: 331-353.

Supandjono, JB., dan Haryono, E., 1993. Peta Geologi Lembar Banggai, Sulawesi Maluku, Skala 1:250.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Surono, 1998. Geology and origin of the Southeast Sulawesi Continental Terrane, Eastern Indonesia. Media Teknik, XX, 3: 33-42.

Surono, 2010. Geologi Lengan Tenggara Sulawesi, Publikasi Khusus, Badan Geologi, KESDM, Bandung.

Telford, W., Geldart, L., Sheriff, R., and Keys, D., 1976. Applied Geophysics, Cambridge University Press, New York.

Telford, W.M., dan Sheriff, R.E., 1998. Applied Geophysics, Cambridge University Press, New York.

Van Leeuwen, T.M., 1994. 25 Years of Mineral Exploration and Discovery in Indonesia. Journal Geochemical Exploration, 50, h.13-90.

Van Leeuwen, T.M., Taylor, R., Coote, A., dan Longstaffe, F.J., 1994. Porphyry Molybdenum Mineralization in a Continental Collision Setting at Malala, Northwest Sulawesi, Indonesia. Journal of Geochemical Exploration, 50, h.279-315.

Watkinson, I.M., Hall, R., and Ferdian, F., 2011. Tectonic re-Interpretation of Banggai-Sula Molucca Sea Margin, Indonesia, The SE Asian Gateway: History and Tectonic of The Australia-Asia Collision. Geological Societ, London, Special Publication.