COASTAL CHARACTERISTICS OF PAPELA AND ADJACENT AREA, ROTE ISLAND, EAST NUSA TENGGARA

Nineu Yayu Gerhanae, Udaya Kamiludin

Abstract


Coastal typhology as data base that describes the result of interaction among geophysical element to geological elements and anthropogenic aspects. This data can provide any information of morphological development processes which is reflected in the coastal characteristics map. Identification of the Papela coastal area, Rote Island, about 60 km length, based on indirect and direct methods. Direct method is done by field observation such as : geological condition, relief, shoreline character and dominant process. While indirect method is done by imagery satellite interpretation and related previous data. Observation results of coastal condition, that the study area is divided into four coastal types, there are rocky cliff, sandy pocket beach, muddy and sandy beach. Coastal geology of study area composed of Holocene Alluvium, Quaternary Coral Limestone and Tertiary Bobonaro Complex that has low to high rocks resistance. Coastal morphology form by alluvium plain until slope rugged hills with low-high relief. The coastline characters consist of the rocky cliff, sandy pocket, sandy and muddy beach, with dominant process that influenced by fluviatil which is characterized by mangrove. Beach face material composed of sand and float stone, from 15-30 meters width with 5O-15O slope. Although the coastal area is relatively stable but erosion active process occurs at some places. It is characterized by float stone, and notches accompanied by rock fall. While, accretion occur in muddy coastal type that is characterized by mangrove plants.

Key words : Coastal type, marine process, abrasion, accretion, Papela coast, Rote Island.


Tipologi pantai sebagai data dasar yang menggambarkan hasil interaksi antara unsur geofisika terhadap unsur geologi dan aspek antropogenik. Data ini dapat memberikan informasi proses pembentukan morfologi yang tercermin di dalam peta karakteristik pantai. Identifikasi pesisir sepanjang lebih kurang 60 km di sekitar pantai Papela, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur menggunakan pendekatan metode langsung dan tidak langsung. Metode langsung dilakukan dengan pengamatan lapangan seperti kondisi geologi, relief, karakteristik garis pantai dan proses dominan. Sedangkan pendekatan tidak langsung melalui kajian citra satelit dan data terdahulu yang terkait. Hasil pengamatan kondisi pantai, bahwa daerah penelitian dibagi mejadi empat tipe pantai yaitu pantai bertebing batuan, berkantong pasir, berlumpur dan pantai berpasir. Geologi pantai daerah penelitian disusun oleh Alluvium Holosen, Batugamping Koral Kuarter dan Komplek Bobonaro Tersier yang mempunyai resistensi batuan rendah sampai tinggi. Morfologi pantainya berupa pedataran pantai alluvium sampai kaki/lereng perbukitan bertebing dengan relief rendah-tinggi. Karakter garis pantainya terdiri dari bertebing batuan, berkantong pasir, pantai berpasir, dan berlumpur dengan proses dominan yang dipengaruhi oleh fluviatil dicirikan oleh tumbuhan bakau. Paras muka pantai disusun oleh material pasir dan rataan batuan, memiliki lebar berkisar 50 meter dengan kemiringan datar-landai pada tipe pantai berpasir. Meskipun terjadi kesetimbangan pantai atau merupakan pantai yang relatif stabil tetapi di beberapa tempat proses abrasi tetap aktif. Hal ini dicirikan oleh adanya rataan batuan, dan takik-takik yang disertai oleh jatuhan batuan. Sebaliknya, sedimentasi terjadi pada tipe pantai berlumpur yang dicirikan oleh tumbuhan bakau.


Kata kunci: Tipologi pantai, proses laut, abrasi, akrasi, dan pantai Papela

Full Text:

PDF