Coastal Protection of Southern Part of The Bintuni Bay From Oil Spill: An Environmental Sensitivity Index Approach

Undang Hernawan, Rahayu Kusumah Risdianto

Abstract


The southern part of Bintuni Bay with highly sensitive ecosystem conditions has evolved into an oil and gas industry where potential impacts on coastal and offshore environments need to be anticipated and planned comprehensively for environmental protection from oil spills. The main problem is the determination of areas that are sensitive and vulnerable to oil spills. This study is to analyze the factors and components that affect the level of environmental sensitivity and mapping Environment Sensitivity Index (ESI) to the oil spill.  The study was carried out by identifying and assessing each land units of its and use. Land use and land cover are interpreted through the use of satellite imagery with classification methods of guided satellite imagery. Field survey was also conducted in order to improve the accuracy of land use interpretation. Data analysis was performed by spatially by GIS method. The result indicated that ESI can be divided into five categories, are very sensitive (2,395.98 hectares or 2.38%), sensitive (13,133.53 hectares or 13.07%), moderately sensitive (17,902.78 hectares or 17.81%), low sensitive (52,409.14 hectares or 52.14%) and not sensitive (14,681.48 hectares or 14.61%). Although the study area is dominated by low sensitivity category, however the coastal protection from oil spill still should be prioritized.

Keywords:  coastal protection, Environmental Sensitivity Index, Oil Spill, Bintuni Bay

 

Wilayah bagian selatan Teluk Bintuni dengan kondisi ekosistem yang sangat sensitif telah berkembang menjadi industri minyak dan gas dimana potensi dampaknya terhadap lingkungan pesisir dan lepas pantai  perlu diantisipasi dan terencana secara komprehensif untuk perlindungan lingkungan dari kemungkinan tumpahan minyak. Masalah utamanya adalah penentuan daerah yang sensitif dan rentan terhadap tumpahan minyak. Penelitian ini menganalisis faktor dan komponen yang berpengaruh terhadap tingkat sensitivitas lingkungan dan pemetaan Indeks Sensitivitas Lingkungan (ISL) terhadap tumpahan minyak. Studi ini dilakukan dengan cara identifikasi dan penilaian unit lahan pada setiap penggunaan lahan. Penggunaan dan penutup lahan diinterpretasikan melalui penggunaan citra satelit dengan metode klasifikasi citra satelit terbimbing. Guna meningkatkan akurasi interpretasi penggunaan lahan juga dilaksanakan survei lapangan. Analisis data hasil penilaian unit identifikasi dilakukan secara spasial dengan metode SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESI dapat dibagi menjadi lima kategori, yaitu sangat sensitif (2.395,98 hektar atau 2,38%), sensitif (13.133,53 hektar atau 13,07%), cukup sensitif (17.902,78 hektar atau 17,81%), sensitif rendah (52,409.14 hektar atau 52,14% dan tidak sensitif (14.681,48 hektar atau 14,61. Meskipun sebagian besar daerah daerah penelitian termasuk dalam kategori sensitif rendah, namun demikian perlindungan dari tumpahan minyak harus tetap diprioritaskan.

Kata Kunci: perlindungan pantai, Indeks Sensitivits Lingkungan, tumpahan minyak, Teluk Bintuni 


Keywords


coastal protection; Environmental Sensitivity Index; Oil Spill; Bintuni Bay

Full Text:

PDF

References


Aronoff, Stan. 1989. Geographic Information System; a Management Perspective, Ottawa. WDL, Publications.

Berry. 1988. Pengertian SIG. Accesed via http://www.westminster.edu/staff /athrock/GIS/GIS.pdf accesed: July, 15th 2014.

Budiyono, D. Nurisjah, S. Adriano, L. 2013. Perencanaan Lanskap Kawasan Wisata Pesisir Lalong Kota Luwuk, Sulawesi Tengah. Jurnal Lanskap Indonesia, 5(2):21-27.

Burrough PA, 1986. Principles of Geographical Information Systems for land Resources Assesment, Clarendonprees, Oxford.

Carvalho, M. and Gherardi, D.F.M. 2008. Mapping the Environmental Sensitivity to Oil Spill and Landuse/Landcover Using Spectrally Transformed Landsat 7 ETM Data. Brazilian Journal of Aquatic Science Technology, 12(2):1-9.

Chrisman, Nicholas. (1997). Exploring Geographic Information System. New York: John Wiley & Sons Inc.

Dahuri, R. 2002. Pengaruh Global Warming terhadap Pesisir dan Pulau Pulau Kecil. Seminar Nasional Pengaruh Global Warming Terhadap Pesisir dan Pulau Pulau Kecil Ditinjau Dari Kenaikan Permukaan Air laut dan banjir. Jakarta.

Dahuri, R. 2002. Pengaruh Global Warming terhadap Pesisir dan Pulau Pulau Kecil. Seminar Nasional Pengaruh Global Warming Terhadap Pesisir dan Pulau Pulau Kecil Ditinjau Dari Kenaikan Permukaan Air laut dan banjir. Jakarta.

English et al. 1994. 1994. Survey Manual for Tropical Marine Resources. Australian Institute of Marine Science. Townsville.

Genting Oil Kasuri Pte. Ltd (GOKPL) PT. Studi Geofiskim di Wilayah Rencana Pengembangan Blok Kasuri Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. 2016. PT. GOKPL. Jakarta. Tidak dipublikasikan.

Gistut. 1994. Sistem Informasi Geografis. Gramedia Pustaka Utama.

Gundlach, E.R. and Hayes, M.O. 1978. Vulnerability of Coastal Environment to Oil Spill Impact. Marine Technology Society Journal, 12(4).

Filho, P.W.M.S. et al. 2009. Environmental Sensitivity Index (ESI) Mapping of Oil Spill in the Amazon Coastal Zone: The Piatam Mar Project. Revista Brasileira de Geofisica. Brazilian Journal of Geophysics. Brazil, 27(Supl. 1):7-22.

Fordham, M. 2007. Social Vulnerability and Capacity Natural Hazard Observer. Vol XXXII, No.2.

Haryani EBS. 2005. Pencemaran Minyak di Laut dan Tuntutan Ganti Rugi. (Pengantar Falsafah Sains. Sekolah Pasca Sarjana/S3/TKL Khusus Institut Pertanian Bogor. Personal paper. Not published.

IPIECA/IMO/OGP. 2012. Sensitivity Mapping for Oil Spill Response. The Global Oil and Gas Industri Association for Environmental and Social Issues, International Maritime Organization, International Association of Oil & Gas Producers. London. 36p.

Marble, D.F., Peuguet, D.J., 1983. Geographic Information System and Remote Sensing: in Colwell, R.N., (Ed) Manual of Remote Sensing American Society of Photogrammetry, Virginia.

Migas Indonesia (majalah). 2004. Potensi Kecelakaan di Pertambangan Migas Lepas Pantai. Jogja Pustaka Mandiri. Yogyakarta.

Mosbech, A., et al., 2000. Environmental Oil Spill Sensitivity Atlas for the WestGreenland Coastal Zone Internet-version. Ministry of Environment and Energy, the Danish Energy Agency.

Mukhtasor. 2007. Pencemaran Pesisir dan Laut. Pradnya Paramita. Jakarta.

Murali, R., Mani and Kumar, R. 2008. Mapping of Environmental Sensitivity Index (ESI) for the oil spills at Goa Coast India.

Mursalin, Nurjaya, I. W. and Effendi, H. 2014. Analisis Sensitivitas Lingkungan OSCP (Oil Spill Contingency Plan) di Pesisir Selatan Delta Mahakam Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 4(1):84-95.

Nedi, S., Pramudya, B., Riani, E. Manuwoto. 2010. Karakteristik Lingkungan Perairan Selat Rupat. Ilmu Lingkungan. Jurnal of Environmental Science. Program Studi Ilmu Lingkungan. Universitas Riau, 1(4):25-35.

NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration). 2002. Environmental Sensitivity Index Guidelines. Version 3.0. NOAA Technical Memorandum NOS OR&R 11.

Oyedepo JA., and Adeofun CO. 2011. Environmental Sensitivity Index Mapping of Lagos Shoreline. Greece. Global NEST Journal, 13(3):277-287.

PKSPL-IPB. 1994. Pemetaan Indeks Sensitivitas Lingkungan Wilayah Pesisir Subang-Indramayu, Propinsi Jawa Barat. Pertamina. Jakarta.

Rahmania R. 2005. Analisis Kepekaan Lingkungandi Teluk Luar Kendari dan Sekitarnyamelalui Teknologi Penginderaan Jauh danSistem Informasi Geografis. (Tesis) Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Risdianto, R. K., and Hernawan, U. 2014. Indeks kualitas lingkungan di perairan Natuna terkait dengan aktivitas industri migas. Jurnal Geologi Kelautan, 2(17):93-101.

Romadhon. 2008. Kajian Indeks Kepekaan Lingkungan dalam penyusunan arahan pengembangan pulau kecil di Kabupaten Sumenep (Studi kasus Pulau Sapudi, Poteran dan Giliyang).

Mueller-Dombois and Ellenberg. 1974. Aims and Methods of Vegetation Ecology. John Wiley & Sons Inc. New York.

Murali, R., Mani and Kumar, R. 2008. Mapping of Environmental Sensitivity Index (ESI) for the oil spills at Goa Coast India.

Soerianegara dan Indrawan. 1985. Ekologi Hutan Indonesia. Jurusan Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Sloan N.A. 1993. Berbagai Dampak Minyak Terhadap Sumberdaya Laut. Suatu Tinjauan Pustaka Dari Seluruh Dunia yang Relevan Bagi Indonesia. EMDIKLH. Jakarta.

Utantyo, Hartono, Sutikno. 2003. Aplikasi SIG Untuk Pemetaan Indeks Kepekaan Lingkungan (Studi Kasus Di Pesisir Segara Anakan). Manusia dan Lingkungan. Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gajah Mada, X(3):111-140.

Wahyudin Y. 2013. Proporsi indeks sosial ekonomi dalam penentuan Indeks Kepekaan Lingkungan. Workshop Metodologi Indeks Kepekaan Lingkungan; 2013 Feb 7; Bogor, Indonesia. Bogor (ID): PKSPL-IPB. p.1-9.

Wardhani, M.K., Sulistiono dan Siregar, V. P.2011. Tingkat Kerentanan Lingkungan Pesisir Selatan Kabupaten Bangkalan Terhadap Potensi Tumpahan Minyak (Oil Spill). Jurnal Ilmiah Perikanan dan Ilmu Kelautan. 3(1):13-19.

Wikipedia. 2017. Coast in https://en.wikipedia.org/wiki/Coast. Accessed: April 10th, 2017.





Accredited by Ministry of Research, Technology, and Higher Education, Republic Indonesia 


Abstracted/Indexed by: