INDIKASI LEMBAH PURBA SEBAGAI WADAH MINERAL PLASER DAN UNSUR TANAH JARANG DI PERAIRAN TANJUNG BERIKAT DAN SEKITARNYA, BANGKA TENGAH, BANGKA BELITUNG

Udaya Kamiludin

Abstract


Secara regional daerah Bangka merupakan bagian dari Jalur Granit Utama Pembawa Timah.  Daratan nya ditandai oleh intrusi Granit Klabat yang merupakan batuan penting sumber endapan plaser. Untuk mengetahui lembah purba  maka dilakukan perekaman seismik saluran tunggal. Daerah penelitian secara administratif merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Bangka Tengah, Propinsi Bangka Belitung. Perairan  Tanjung Berikat dan sekitarnya dicirikan oleh kelerengan dasar laut rata-curam dengan  kedalaman terukur antara 0-45 meter. Interpretasi seismik saluran tunggal menunjukkan stratigrafi seismik dari muda ke tua yaitu Runtunan A, Runtunan B, intrusi, dan Runtunan C sebagai dasar akustik. Ketebalan sedimen Runtunan A antara  5-30 meter dari  permukaan dasar laut. Lembah purba memanjang cukup lebar dan dalam pada Runtunan B yang diduga sebagai fasies pengisian lembah berupa onlap fill.  Fasies ini memiliki internal reflektor bebas pantulan-kaotik yang ditafsirkan sebagai wadah mineral plaser dan mineral ikutan pembawa  unsur tanah jarang. Endapan plaser diperkirakan merupakan  hasil pengerjaan ulang batuan granitoid.

Kata Kunci : Dasar laut, runtunan stratigrafi, lembah/alur Purba, endapan plaser, dan Perairan Tanjung Berikat dan Sekitarnya, Bangka-Belitung.

 

Geologically regional, the Bangka area is part of the Main Tin Belt Granite. The mainland of the study area is characterized by Klabat Granite intrusion which is an important rock source of placer deposits. To find out the placer availability of deposits on Paleo channel it was carried out for the recording of single channel seismic data. The study area is administratively part of the area of Central Bangka, Bangka-Belitung Province. Tanjung Berikat waters and its vicinity are characterized by the slope of the flat sea floor to steep with a measured depth of 0-45 meters. Seismic interpretation shows seismic stratigraphic from young to old consisting of sequence A, sequence B, Intrusion, and sequence C as acoustic basement. Sediment thickness of sequence A between 5-30 meters from seafloor surface sediment. Paleo channel with an elongated shape that is wide enough and deep in sequence B is interpreted as a channel filling facies in the form of onlap fill. This facies is characterized by the free to chaotic reflector configuration which is interpreted as a place for mineral placer and accessory minerals which contain rare earth elements. The availability of placer deposits is interpreted as the result of reworking of granitoid source rock.
Keywords: Sea floor, stratigraphic seismic, Paleo channel, placer deposits, and Tanjung Berikat waters and surrounding, Bangka-Belitung.


Keywords


Dasar laut;runtunan stratigrafi;lembah/alur Purba;endapan plaser;dan Perairan Tanjung Berikat dan Sekitarnya;Bangka-Belitung

Full Text:

PDF

References


Aleva, G., 1985. Indonesian Fluvial Cassiterite Placers and Their Genetic Environment, Academic Journal : Quart. Journ. Geological Soc. 142, Part 5.

Anonim, 2013. Peta Rupabumi Lembar Peta 1213-14 (Berikat), Skala 1 : 50.000. Badan Informasi Geospasial.

Anonim, 2013. Aster-GDEM Pulau Bangka Belitung, USGS.

Batchelor, B.C., 1983. Sundaland Tin Plaser Genesis and Late Cainozoic Coastal Stratigraphy in Western Malaysia and Indonesia, Ph.D. Thesis, University of Malaya.

Dinas Hidro-Oseanografi, 2014. Selat Gelasa, Indonesia, Skala 1 : 200.000.

Mangga, S.A., dan Djamal, B., 1994. Peta Geologi Lembar Bangka Utara, Sumatera, Skala 1 : 250.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Margono, U., Supandjono, R.J.B., dan Partoyo, E., 1995. Peta Geologi Lembar Bangka Selatan, Sumatera, skala 1 : 250.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Ringis, J., 1986. Seismic Stratigraphy in Very High Resolution Shallow Seismic Data, CCOP, Tech. Pub. 17, p. 115-126.

R.M. Mitchum, J.R., Vail, P.R., and Sangree, J.B., 1977. Stratigrafi Interpretation of Seismic Refkection Patterns in Depositional Sequences. Published by AAPG Tulsa, Oklahoma, USA. p.117-133.

Sangree, J.B. and Wiedmier, JM., 1979. Interpretation Facies from Seismic Data, Geophysic 44(2): p.131.

Tjia, H.D., and Posavec, M.M., 1972. Quaternary Shorelines of The Sunda Land, South East Asia, Geol. Mijnbouw, 49(2); 35-144.




DOI: http://dx.doi.org/10.32693/jgk.v16i2.566